Kamis, 11 November 2010

Belajar Animasi

Dalam belajar animasi, ada baiknya kita mengetahui definisinya terlebih dahulu. Animasi merupakan suatu teknik menampilkan gambar berurut sedemikian rupa sehingga penonton merasakan adanya ilusi gerakan pada gambar yang ditampilkan.
Ilusi gerakan merupakan perubahan yang dideteksi secara visual oleh mata penonton sehingga tidak harus perubahan yang terjadi merupakan perubahan posisi sebagai makna dari istilah 'gerakan'.
Perubahan seperti perubahan warna pun dapat dikatakan sebuah animasi.
Ketika belajar animasi, maka ada dua proses pembuatan film animasi yang perlu Anda ketahui, yaitu :

Proses secara konvensional,

Perlu Anda ketahui ketika belajar animasi, pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak, yang biasa disebut Teknik Celluloid. Ini merupakan teknik mendasar dalam pembuatan film animasi klasik.
Setelah gambar mejadi sebuah rangkaian gerakan, maka gambar tersebut akan ditransfer keatas lembaran transparan (plastik) yang tembus pandang/sel (cell) dan diwarnai oleh Ink and Paint Departement. Setelah selesai film tersebut akan direkam dengan kamera khusus, yaitu multiplane camera didalam ruangan yang serba hitam.
Objek utama yang mengeksploitir gerak dibuat terpisah dengan latar belakang dan depan yang statis. Dengan demikian, latar belakang (background) dan latar depan (foreground) dibuat hanya sekali saja.
Cara ini dapat menyiasati pembuatan gambar yang terlalu banyak. Jika Anda belajar animasi dengan teknik konvensional, maka Anda harus sabar. Setiap detail kesalahan terkadang harus diulang kembali dari awal. Inilah yang membuat dana yang keluar cukup mahal.
  1. Pra-produksi
    Konsep, Skenario, Pembentukan karakter, Storyboard, Dubbing awal, Musik dan sound FX

  2. Pasca-produksi
    Lay out, Key motion, In Between, Clean Up, Background, Celluloid, Coloring.

  3. Post-produksi
    Composite, Camera Shooting, Editing, Rendering, Pemindahan film kedalam roll film.

Proses pembuatan digital

Setelah perkembangan teknologi komputer di era 80-an, proses pembuatan animasi 2 dimensi menjadi lebih mudah. Untuk penggarapan animasi sederhana, mulai dari perancangan model hingga pengisian suara/dubbing dapat dilakukan dengan mempergunakan satu personal komputer. Setiap kesalahan dapat dikoreksi dengan cepat. Maka belajar animasi dengan teknik ini jelas lebih mudah dan dana yang dibutuhkan cukup ringan.
  1. Pra-produksi
    Konsep, Skenario, Pembentukan karakter, Storyboard, Dubbing awal, Musik dan sound FX.

  2. Pasca-produksi
    Lay out, Key motion, In Between, Background, Scanning, Coloring.

  3. Post-produksi
    Composite, Editing, Rendering, Pemindahan film kedalam berbagai media berupa VCD, DVD, VHS dan lainnya.
Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi daripada film animasi 2 dimensi.
Anda bisa belajar animasi dari Tom Cardon, seorang animator yang pernah menangani animasi Hercules yang mengakui peran penting komputer dalam animasi. Perbaikan secara konvensional untuk 1 kali revisi memakan waktu 2 hari sedangkan secara digital hanya memakan waktu berkisar antara 30-45 menit.
Perkembangan animasi sebenarnya telah meluas di Indonesia, bahkan ada beberapa studio yang telah membuat animasi lisensi luar dikerjakan oleh tenaga ahli local. Setidaknya, Indonesia sudah lama terkenal hanya sebagai tempat produksi industri film animasi Jepang dan Amerika Serikat. Jika Anda belajar animasi, maka peluang lebar pun ada di depan mata.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar